Kamis, 06 Mei 2021

   POLITEKNIK ANGKATAN DARAT 

        JURUSAN TELKOMMIL


PERCOBAAN 1 NIK PAM TELKOMMIL


NAMA    : MUHAMMAD CHOIRUL ANWAR
KELAS   : TELKOMMIL
NO.SIS  :  21090430-E


 


BUKU LATIHAN SERDIK

 

NAMA                                :   Muhammad Choirul Anwar

PENDIDIKAN                     :   D-4 Jurusan Teknik Telekomunikasi Militer

NOSIS                               :   20190430-E

MATA PELAJARAN           :   Nik Pam Telkom Mil

TUJUAN KURIKULER      :   Agar bintara Mahasiswa menguasai tentang teknik-teknik

                                                dasar dalam pengamanan komunikasi

JUMLAH PERTEMUAN      :   16 ( Enambelas ) kali pertemuan.

TANGGAL PERTEMUAN     :  

1.

Pertemuan Ke – 1  :

   6      -    5      -   2021

 

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM :   

1.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang pelaksanaan pengamanan komunikasi

2.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang pelaksanaan pengamanan komunikasi

3.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang pelaksanaan pengamanan komunikasi

4.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang pelaksanaan pengamanan komunikasi

5.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang pelaksanaan pengamanan komunikasi

6.

Agar siswa memahami tentang enkripsi dan dekripsi

7.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang enkripsi dan dekripsi

8.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang enkripsi dan dekripsi

9.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang perkembangan teknik enkripsi

10.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang perkembangan teknik enkripsi

11.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang dasar-dasar keamanan sistem informasi

12.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang dasar-dasar keamanan sistem informasi

13.

Agar Bintara Mahasiswa menguasai tentang teknik Enkripsi yang dipakai dalam sistem informasi

14.

Agar Bintara Mahasiswa menguasai tentang teknik Enkripsi yang dipakai dalam sistem informasi

15.

Agar Bintara Mahasiswa menguasai tentang teknik Enkripsi kunci publik

16.

Agar bintara mahasiswa menguasai tentang Enkripsi kunci Public dan penutup

 

PETUNJUK PENGERJAAN :

1.     Jawablah pertanyaan/soal dibawah ini dengan benar.

2.     Pengisian jawaban dikerjakan secara perorangan dan jawabannya dipelajari dari Bahan Ajaran atau Referensi yang telah diberikan sebelumnya.

3.     Hasil pengerjaan/ pengisian jawaban oleh Siswa diserahkan kepada Gadik pada pertemuan proses belajar mengajar (sebelum pelajaran dimulai) dengan membubuhkan paraf Siswa pada kolom paraf.

 

 

PERTEMUAN KE – 1.

        A.     Pertanyaan soal uraian

1.     Berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat diklasifikasikan menjadi empat, sebutkan?

2.     Ada beberapa elemen dari enkripsi yang perlu diperhatikan, sebutkan?

3.     Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem keamanan pasif dan berikan contohnya !


B.    Jawaban

 

1).        a)       Keamanan yang bersifat fisik (physical security). Yang di maksud dengan keamanan bersifat fisik adalah keamanan terhadap berita, sarana dan prasarana komunikasi seperti gedung, peralatan, serta media yang digunakan termasuk juga akses orang ke dalam sarana dan prasarana tersebut. Beberapa bekas penjahat komputer (crackers) mengatakan bahwa mereka sering pergi ke tempat sampah untuk mencari berkas-berkas yang mungkin memiliki informasi tentang hal-hal yang mereka inginkan tetapi sangat berbahaya untuk keamanan pihak lawannya. Misalnya seperti coretan password atau panduan yang dibuang tanpa dihancurkan.

 

b)       Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel). Keamanan personel antara lain termasuk identifikasi dan profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pekerja). Seringkali kelemahan keamanan sistem informasi bergantung kepada manusia (pemakai dan pengelola). Ada sebuah teknik yang dikenal dengan istilah “social engineering” yang sering digunakan oleh kriminal untuk berpura-pura sebagai orang yang berhak mengakses informasi. Misalnya kriminal ini berpura-pura sebagai pemakai yang lupa passwordnya dan minta agar diganti menjadi kata lain.      

 

c)       Keamanan dari data dan media.   Yang dimaksud dengan keamanan data dan media adalah keamanan berita itu sendiri dan keamanan perangkat yang digunakan untuk mengelola data serta akses tranformasi berita. Salah satu contoh dalam hal software, seorang kriminal dapat memasang virus atau trojan horse sehingga dapat mengumpulkan informasi (seperti password) yang semestinya tidak berhak diakses. Demikian juga sistem Wiretapping atau hal-hal yang berhubungan dengan akses ke saluran kabel atau jaringan komputer yang digunakan juga diharapkan mendapat perhatian masalah pengamanannya. Karena seperti diketahui sistem Denial of service (akibat yang ditimbulkan sehingga servis tidak dapat diterima oleh pemakai) juga merupakan indikasi untuk mengganggu proses komunikasi.          Denial of service dapat dilakukan misalnya dengan mematikan peralatan atau membanjiri saluran komunikasi dengan pesan-pesan (yang dapat berisi apa saja karena yang diutamakan adalah banyaknya jumlah pesan). Beberapa waktu yang lalu ada lubang keamanan dari implementasi protokol TCP/IP yang dikenal dengan istilah Syn Flood Attack, dimana sistem (host) yang dituju dibanjiri oleh permintaan sehingga dia menjadi terlalu sibuk dan bahkan dapat berakibat macetnya sistem (hang).

d)       Keamanan dalam operasional.     Dalam proses operasio-nal komunikasi, prosedur yang digunakan harus benar-benar diperhatikan. Antara lain seperti prosedur pembuatan, pengiriman dan penerimaan sampai dengan prosedur pengarsipan. Demikian juga prosedur pelaksanaan komunikasi seperti “Jam J” atau “IKIT” dalam melaksanakan komunikasi.

Langkah-langkah tersebut berpengaruh terhadap keamanan dalam berkomunikasi apabila tidak dilaksanakan dengan baik. Sehingga proses komunikasi tidak berjalan dengan yang diharapkan atau direncanakan.

 

2).         a)       Slidex.          Slidex adalah cara penulisan sandi yang digunakan untuk menyelubungi kata-kata tertentu dari suatu berita yang perlu dirahasiakan agar tidak diketahui oleh orang yang tidak berwenang. Kata-kata yang dirahasiakan tersebut dirubah menjadi huruf-huruf. Huruf-huruf tersebut merupakan matriks diletakkkan pada mistar tegak dan mistar mendatar. Tabel slideks terdiri dari kotak-kotak yang berisi huruf/angka dan perkataan biasa. Penentuan mistar berdasarkan kunci kartu slideks yang disesuaikan dengan tanggal waktu pembuatan.

 

          1)        Adapun alat perlengkapan slidex adalah sebagai berikut :

(a)      Sehelai kartu kata-kata dilengkapi mistar pendek (tegak) dan mistar panjang (mendatar).

(b)      Sebuah kunci kartu slideks.

 

          2)        Penggunaan jenis kartu kata-kata dapat dibagi atas :

(a)      Kartu kata-kata jenis “A” dipergunakan di kesatuan setingkat BRIGADE keatas, berisikan istilah-istilah atau peralatan yang sering dipergunakan dalam kegiatan operasi setingkat brigade ke atas.

(b)      Kartu kata-kata jenis “B” dipergunakan di kesatuan setingkat BATALYON ke bawah , berisikan istilah-istilah atau peralatan yang sering dipergunakan dalam kegiatan operasi setingkat batalyon ke bawah.

 

          3)        Cara melaksanakan slidex :

(a)      Mengeja.      Pada sistim slidex, apabila kata tidak ditemukan pada petak Lampiran maka dapat dieja huruf perhuruf atau huruf dengan rangkaian huruf. Pada sistim eja ini harus diberi keterangan huruf/angka. Untuk mengeja angka-angka dapat dipergunakan cara mengurut angka satuan dengan angka puluhan atau puluhan dengan puluhan dan pada setiap awal deret yang bergantian dengan perkataan biasa harus diberi keterangan huruf/angka.

  

4)       Membuat berita dengan slidex.    Berita slidex biasanya ditandai dengan kata-kata berikut yang ditulis pada kolom jenis berita pada formulir berita :

(a)      Kata “SLIDEX” untuk berita radio teleponi.

(b)      Kata “SLX” untuk berita radio telegrafi.

 

Untuk menjamin keberhasilan dan keamanan sistim komunikasi (Siskom) serta menghindari dihancurkannya oleh musuh maka sistim slidex menggunakan  :      

1)       Identifikasi (Pengenalan Stasiun Radio).    Yang dimaksud dengan identifikasi stasiun radio adalah suatu kegiatan untuk mengenal stasiun satu terhadap yang lainnya sebelum melakukan kirim terima berita guna meyakinkan bahwa komunikasi dilakukan dengan stasiun kawan. Stasiun yang memanggil (menantang) memberikan koordinat-koordinat yang telah dislideks yaitu berupa huruf-huruf sandi sebanyak dua pasang, sebagai contoh : 3045 setelah dislideks menjadi AZPO.

2)       Legitimasi.    Dalam usaha menjaga keamanan pemberitaan radio dilakukan tindakan pengamanan yang melarang siaran mengudara secara terus menerus (dilakukannya pendiaman siaran untuk waktu tertentu). Hal ini menjaga efektifitas dan efisiensi  dalam usaha menghindari penyadapan dan pencarian arah pancaran emisi kita oleh musuh. Saat dimana setelah pendiaman siaran dimana kita membutuhkan untuk berkomunikasi kembali dengan cara buka siaran  ini disebut legitimasi. Cara melakukan legitimasi :

(a)      Tentukan jam berapa akan mengadakan hubungan misalnya jam 16.30 saat sekarang menunjukkan jam 15.00.

(b)      Pilih empat angka dari petak kartu huruf/angka pada lampiran –A, misalnya  40.75 yang angka lebih besar daripada angka-angka yang menunjukkan jam rencana. Hubungan huruf-huruf slidex yang dari empat angka merupakan sebagian huruf-huruf yang harus dikirimkan oleh stasiun yang menantang.

(c)      Antara empat angka yang dipilih dan jam rencana hubungan dikurangi, sehingga diperoleh nilai selisih : 40.75-1630 = 14.45 ; angka selisih ditentukan huruf-huruf slideksnya KZPD, sehingga huruf-huruf yang akan dikirimkan adalah AZTI KZPD.

b.       Kriptografi.    Kriptografi adalah ilmu untuk mengacak (katayang lebih tepat adalah masking) data sedemikian rupa sehingga tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga atau yang tidak diberi otorisasi. Tentu saja data yang diacak dalam bentuk kriptografis ini harus bias dikembalikan ke bentuk semula oleh pihak yang berwenang. Dasar dari kriptografis ini sendiri adalah untuk menjaga kerahasiaan. Ketika suatu pesan ditransfer dari suatu tempat ke tempat lain, isi dari pesan tersebut kemungkinan dapat disadap oleh pihak lain. Untuk menjaga keamanan pesan, maka pesan tersebut dapat di-scramble/diacak atau diubah menjadi kode yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain.

Tujuan kriptografi adalah:

1.a.    Confidentiality.           Untuk melindungi identitas pemakai atau isi pesan agar tidak dapat dibaca oleh orang lain yang tidak berhak.

 

2.b. Data Integrity.  Untuk melindungi pesan agar tidak diubah oleh orang lain.

3.c.     Authentication.  Untuk menjamin keaslian pesan.

4.d.    Non repudiation.  Membuktikan suatu pesan berasal dari seseorang, apabila ia menyangkal mengirim pesan tersebut.

 

Dalam dunia kriptografi, pesan yang akan dirahasiakan disebut plain teks. Pesan yang sudah diacak disebut cipher teks. Proses untuk mengkonversi plain teks menjadi cipher teks disebut enkripsi. Proses  untuk mengembalikan plain teks dari cipher teks disebut deskripsi. Algoritma kriptografi (ciphers) adalah fungsi-fungsi matematika yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan deskripsi.  Diperlukan kunci yaitu kode untuk melakukan enkripsi dan deskripsi.

a.       Pengelompokan Teknik Kriptografi. Teknik kriptografi modern yang ada saat ini dapat dikelompokkan sebagaimana ditunjukkan pada gambar dibawah.

 

Kriptosistem Simetrik (Symmetric Cryptosystem) atau disebut juga Kunci Pribadi (Private Key) adalah metode kriptografi, di mana kunci enkripsi bisa diperoleh dari kunci deskripsi atau sebaliknya. Kebalikan dari sistem ini adalah Kriptosistem Asimetrik (Asymmetric Cryptosystem) atau disebut juga Kunci Publik (PublicKey).

 

3).        Kegiatan keamanan fisik pasif :

(a)      Membuat samaran.

(b)      Melakukan teknik penipuan instalasi.

(c)      Penyimpanan berita-berita dan alat peralatan pada tempat yang tepat.

(d)      Membatasi jumlah personil yang mengurusi dokumen dan peralatan berklasifikasi tinggi.

(e)      Pengawasan, perlakuan prosedur yang baik terhadap dokumen berita dan alat peralatan untuk mencegah kelalaian petugas.

(f)       Penempatan sarana komunikasi yang terlindungi.

(g)      Disiplin pelayanan radio.

(h)      Penggunaan prosedur komunikasi radio sesuai ketentuan.

(i)       Menggunakan indentifikasi/legitimasi setiap akan mengirim berita.

(j)       Menggunakan sandi-sandi, slidex dan kriptografi dalam mengirim berita.